Tinggal di Desa

Tinggal di Desa, dengan potensi alamnya, tidak sedikit desa yang kemudian mati suri karena sepi dari geliat aktivitas ekonomi. Bukankah kelak di saat kota-kota besar penuh masalah yang membuat hidup jadi tidak nyaman, solusinya ada pada kehidupan desa? Yang terjadi kemudian banyak desa yang berlomba-lomba mengejar modernitas, untuk ‘menjadi kota’. Anak-anak mudanya pun membangun citra sedemikian rupa sebagaimana yang terlihat di televisi ibukota. Ternyata yang seperti itu bukanlah cara pandang yang tepat.

Tinggal di desa

Tinggal di Desa

Pemandangan sawah (Sumber: Pixabay)

Pilihan untuk Tinggal di Desa

Di saat banyak orang membeli kenyamanan dengan menyewa bangunan di sebuah kota perantauan, tidak sedikit orang-orang yang tinggal di desa. Mereka memilih tinggal di desa dengan beragam alasan, mulai dari pekerjaannya yang tersedia di desa, kewajiban mengurus keluarga, dan juga ingin membangun perekonomian desanya. Atau bahkan untuk alasan gaya hidup ketika seseorang pindah dari kota ke desa seolah menjadi tren tersendiri. Sebagaimana kita tahu, kota besar yang penuh sesak akan memicu tekanan pada diri.

Seiring dengan sudah masuknya akses internet di desa, orang yang berada di desa tidak akan takut tertinggal informasi atau khawatir tidak bisa terhubung dengan teman-teman yang terpisah jarak. Tentunya ini akan menguntungkan buat para pekerja jarak jauh dengan sistem freelance yang tidak harus ngantor setiap hari.

Terlepas dari anggapan yang bertolak belakang antara desa dan kota, kita juga bisa menjumpai realitas bahwa di tiap-tiap desa itu ada sudut pandang, abstraksi, nilai-nilai ‘seperangkat pengetahuan’ tentang kehidupan atau yang biasa diwakili oleh kearifan lokal (local wisdom)

Lingkungan yang terasa lebih menyenangkan, udara segar, tetangga yang ramah dan peduli, bebas dari papan iklan di pinggir jalan, dekat hamparan sawah hijau memanjakan mata, bebas dari kemacetan, suara hewan-hewan kecil seperti jangkrik dan katak, lalu kunang-kunang yang berkelap-kelip di malam hari adalah keistimewaan yang tidak mudah didapatkan di kota. Belum lagi, biaya hidup di desa relatif lebih murah dibanding di kota. Bukankah itu menyenangkan?

  • Leave a Reply