Vegetarian

vegetarian adalah mereka yang menjalani pola makan dengan hanya mengonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan seperti gandum, kacang polong, biji-bijian, kacang-kacangan, jamur, ragi, buah-buahan, dan sayuran.

 

Berdasarkan Himpunan Vegetarian, diet ini biasanya merupakan diet yang menghindari makanan yang berasal dari hewan (daging sapi, unggas, ikan, dan kerang). Akan tetapi, pola makan nya sendiri masih dibagi jadi beberapa jenis. Maka, ketentuan dan pantangannya pun berbeda-beda tergantung pada jenisnya.

Jenis-jenis

Sebenarnya ada banyak jenis vegetarian, tapi ada 4 jenis yang paling banyak ditemukan, yaitu:

  • Lacto-ovo: Vegetarian yang tidak memakan daging hewan, tapi tetap mengonsumsi produk dairy (berasal dari susu) dan telur. Dalam bahasa Latin, lacto berarti susu, dan ovo berarti telur. Jadi, lacto-ovo vegetarian masih makan keju, mentega, yogurt, dan es krim.
  • Lacto: Vegetarian yang tidak memakan daging dan telur, tetapi tetap mengonsumsi produk dairy (susu).
  • Ovo: Vegetarian yang tidak mengonsumsi daging dan produk dairy (susu), tetapi boleh memakan telur.
  • Vegan: Merupakan vegetarian yang benar-benar tidak mengonsumsi semua produk makanan yang berasal dari hewan, termasuk madu, gelatin, dan sarang burung walet.

Selain itu, terdapat juga jenis diet peskatarian, yaitu tidak mengonsumsi segala jenis produk hewani kecuali ikan dan diet flexitarian, yaitu diet yang memperbolehkan konsumsi produk hewani pada waktu atau periode tertentu. Dua tipe diet ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang baru beralih menjadi vegetarian, atau orang-orang memiliki masalah kesehatan sehingga harus mengonsumsi protein dan gizi dari sumber hewani.

Apakah lebih sehat?

Vegetarian adalah pola makan yang bisa mendatangkan manfaat kesehatan. Akan tetapi, untuk menjawab apakah menjadi seperti iini membuat Anda lebih sehat, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Di antaranya adalah pilihan sumber makanan Anda. Selama Anda tetap memenuhi semua kebutuhan zat gizi secara seimbang, sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa seorang vege pun punya peluang menjadi lebih sehat daripada mereka yang tidak.

Secara umum, berikut adalah beberapa manfaat menjadi seorang vegetarian.

  • Peningkatan kesehatan secara keseluruhan.
  • Berat badan lebih terkendali, karena biasanya memiliki berat bedan yang lebih ideal dibandingkan orang yang mengonsumsi jenis makanan apa pun.
  • Penurunan risiko penyakit seperti kanker prostat, kanker usus besardiabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.

Yang perlu diperhatikan

Meskipun secara umum pola makan nya adalah pilihan yang bijak bagi kesehatan, Anda juga tetap harus memikirkan beberapa konsekuensi tidak mengonsumsi makanan hewani. Salah satunya adalah kekurangan beragam zat gizi penting yang sayangnya memang hanya bisa ditemukan pada daging, atau jumlahnya sangat sedikit pada sumber makanan nabati.

Kebanyakan mereka didiagnosis menderita kekurangan zat besi, kalsium, vitamin D, vitamin B12, protein, dan asam lemak omega-3. Vegetarian dapat melengkapi kebutuhan nutrisi ini dengan mengonsumsi suplemen nutrisi tersebut.

Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan dan memutar otak untuk menyiasati terbatasnya sumber makanan. Jangan sampai karena tidak boleh mengonsumsi makanan hewani, Anda tidak memvariasikan makanan Anda sehari-hari dan hanya mau makan yang itu-itu saja. Sebagai tambahan, mereka umumnya harus meluangkan waktu lebih banyak dalam mengatur pola makan karena harus mempersiapkan makanan dan berhati-hati dalam menentukan jenis makanan yang akan dibeli.

  • Leave a Reply